Minggu, 31 Oktober 2010

Beruntunglah Orang Yang Beriman

Sesungguhnya Allah menciptakan makhlukNya tak lain untuk diberikan ujian dan cobaan, agar semakin berkualitas diri kita. Kualitas itu berupa kemampuan bersyukur ketika mengalami kesenangan dan bersabar disaat mengalami kesedihan. Ini semua tidak akan terjadi jika Allah tidak membolak balikkan keadaan hambaNya sehingga nyata kesungguhan ketaatan kita kepada Allah.

Maka sesungguhnya beruntunglah kita sebagai orang yang beriman karena segalanya baik bagi dirinya. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 'Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.' (QS. al-Mu'minuun :1).

Keberuntungan seorang mukmin adalah cara bersikap, berpikir dan merasa bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini adalah kebaikan bagi dirinya yang diberikan kepada Allah. Yaitu kemampuan bersyukur dan bersabar dalam menghadapi suka dan duka, kebahagiaan dan penderitaan. Semuanya terasa indah dan membawa kebaikan bagi dirinya.

'Sungguh mengagumkan seorang mukmin, segala urusan baik baginya dan itu tidak terjadi kepada siapapun kecuali seorang mukmin. Jika dia mengalami kesenangan, dia bersyukur maka itu menjadi baik baginya dan jika dia terkena kesedihan, dia bersabar maka itu juga baik baginya.' (HR. Muslim)

by: agussyafii

Jumat, 29 Oktober 2010

Kebanggaan Kita

Ada seorang hukama abad pertengahan bernama Ahnaf bin Qais, ia ditanya oleh orang-orang yang gelisah melihat perilaku masyarakatnya yang sedang sakit, yang tidak lagi mementingkan nilai-nilai kemuliaan. Wahai tuan guru, apa yang tertinggal pada kita yang masih dapat kita banggakan? ma khoiru ma yu‘tho al ‘abdu? hukama itu menjawab; akal yang jernih (‘aqlun ghoriziyyun) . Orang-orang berkata, wah, sekarang sudah tidak ada orang yang akalnya masih jernih,. kalau akal jernih nggak punya lalu tinggal apa (fa in lam yakun?) tanya orang-orang. Adabun shalihun, sopan santun yang terjaga, kata hukama.

Wah, sekarang orang juga sudah tidak lagi menjaga sopan santun tuan guru! selain dua hal itu masih adakah yang dapat kita banggakan? shohibun muwafiqun; sahabat sejati, kata hukama. Orang-orangpun berkata; waduh... sahabat sejati juga susah didapat, karena orang tidak lagi membela yang benar tetapi membela yang bayar. Masih adakah selain yang tiga itu wahai tuan guru? qalbun murabithun; hati yang peka, kata hukama. Waduhh, lagi-lagi yang itu juga jarang didapat, kata orang-orang.

Sekarang kebanyakan orang hatinya gelap, tidak peka, nuraninya mati, masih adakah yang dapat kita banggakan wahai tuan guru? ada, thul as shumti,banyak diam, kata hukama. Yah, yah, yah, diam itu emas, kata orang. Tapi tuan guru, sekarang ini, semuanya berbicara meski asal bicara, dan tidak ada orang yang mau diam merenung. Kalau lima hal itu juga tidak punya, masih adakah yang dapat kita banggakan wahai tuan guru? Ada, dan ini adalah yang terakhir, yaitu mautun hadirun, Hadirnya Kematian. 'Subhanallaaah. ' desah orang-orang.

by: agussyafii

Dibalik Derita Ada Bahagia

Di dalam kehidupan Allah tidak mentakdirkan sesuatu melainkan ada kebahagiaan untuk hambaNya karena Allah Maha Bijak dan Maha Mengetahui. Itulah sebabnya Allah tidak akan memberikan kesia-siaan. Tidak ada ketentuan Allah tanpa adanya hikmah. Betapa banyak kebaikan dan kebahagiaan yang berlimpah tersembunyi dibalik peristiwa yang menyakitkan hati tanpa kita sadari. Sebagaimana Firman Allah.
'Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (QS. al-Baqarah : 216).
Allah menguji kita dengan berbagai cobaan karena Allah lebih tahu kebaikan bagi kita. Jadi, cobaan dan ujian yang diberikan oleh Allah kepada kita, agar kita tercegah dari kehancuran dan azab yang jauh lebih besar. Akan tetapi seringkali kita malah berprasangka buruk kepada Allah karena ujian dan cobaan itu dan kita tidak pernah merasa bahwa sesungguhnya Allah berbuat baik kepada kita dengan cobaan dan ujian yang Allah telah berikan.

Segalanya berjalan, sesuai dengan qadha' dan ketentuanNya.
Dibalik segala peristiwa ada suka, ada duka
Apa yang selama ini ku takutkan, malah menyenangkan
Apa yang selama ini ku dambakan, malah justru menyedihkan

by: agussyafii