Jumat, 31 Desember 2010

Indahnya Kasih Sayang

Ada dua saudara kakak beradik yang bekerja sama2 sebagai petani. Tahun ini panen sang kakak berlimpah. Dirinya berpikir hendak memberikan sebagian hasil panen kepada adiknya yang memiliki banyak anak. Suatu malam, sang kakak mengantar sekarung beras yang cukup besar didepan pintu rumah adiknya. Paginya dia menghitung karung beras. Betapa kaget dia karena jumlahnya sama dengan sebelum diberikan kepada sang adik. 'Ah, masa sih, masih sama jumlahnya. aku mau kirim lagi ke rumah adikku sekarung lagi.'

Ditengah malam yang gelap dia mengantar sekarung yang besar lagi ke depan pintu rumah sang adik. Paginya ketika dia sedang memeriksa lumbung hasil panennya masih jumlah yang sama. Untuk ketiga kalinya dia mengirimkan beras ke rumah sang adik. Malam itu terang bulan. Seseorang terlihat begitu berat memanggul beras lewat di depan sang kakak, ternyata itu adalah adiknya. Sang adik menurunkan beras yang begitu berat dipanggulnya. Nampak mata mereka berkaca-kaca, tanpa terasa air mata itu mengalir dipipinya. Mereka sang menatap dan mengerti apa yang sedang terjadi. Saling menolong, saling memperhatikan, saling memberi semangat dan saling berbagi suka maupun duka. Itulah indahnya kasih sayang.

Teman, sungguh indahnya bila kita hidup saling berbagi dalam suka maupun duka, saling menolong, saling memberi semangat seperti gambaran dua saudara kakak beradik dalam cerita diatas. Nabi Muhamad Shalallahu Alaihi wa Salam mengajarkan kepada kita, 'Perumpamaan orang2 mukmin dalam menjalin cinta dan kasih sayang diantara mereka bagaikan tubuh yang satu, apabila ada anggota tubuh yang merasa sakit maka seluruh anggota tubuh yang lainnya merasa demam dan tidak bisa tidur.' (HR. Muslim).

by: M. Agus Syafii

Kamis, 30 Desember 2010

Mensyukuri Yang Ada

Ada seorang petani yang memiliki sebidang tanah. Pada suatu hari tetangganya mengatakan kepadanya, 'Ada batu berlian yang mahal harganya, jika kamu mendapatkan satu batu saja berlian maka kamu akan jadi orang yang kaya.' karena terobsesi ingin menjadi orang kaya, petani itu tidak bisa tidur semalaman dan memutuskan untuk menjual tanahnya, pergi untuk mencari batu berharga. Bulan demi bulan berlalu sampai uangnya habis tetapi tidak menemukan satupun batu berlian itu. Akhirnya sakit dan meninggal dunia.

Sementara orang yang membeli tanah itu menemukan batu yang aneh ketika mengolah tanahnya. Batu itu ternyata batu berlian dan dia menjadi kaya raya karena batu berlian melimpah tertimbun ditanah miliknya.

Teman, Begitulah kehidupan seringkali kita tidak menghargai apa yang ada pada diri kita dan memandang rumput tetangga lebih hijau. Iri dengan orang lain padahal sesungguhnya Allah melimpahkan anugerah di dalam hidup kita. Sebenarnya yang kita perlukan mengucap puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan berusaha 'tanah' kita sebaik mungkin untuk menemukan 'berlian-berlian' yang indah yang kita miliki saat ini.

by : M. Agus Syafii

Senin, 27 Desember 2010

Cara Mudah Mengatasi Kecemasan

Pernah ada seorang perempuan muda yang ke Rumah Amlia mengeluh tentang kecemasan yang dirasakannya. Dari raut mukanya terlihat tegang dan cemas. Duduknya tak bisa diam, gugup dan bicaranya tidak bisa lancar. yang terus menghantuinya jika berhadapan dengan pimpinan dimana tempatnya bekerja. Belum lama dia mendapatkan promosi jabatan, suatu hari dia kena marah luar biasa dari atasannya. Sejak itu kecemasan muncul setiap saat setiap kali hendak bertemu dengan atasannya. Sebelum bertemu sudah mengeluarkan keringat dingin. dirinya gemetar dan ketakutan. Beberapa waktu lalu dia kehilangan buku laporan yang harus diserahkan kepada atasannya. Sebelum bertemu dia merasakan jantungnya berdebar-debar, tubuhnya lemas dan terjatuh pingsan sampai harus dibawa ke Unit Gawat Darurat namun dokternya menyatakan dirinya sehat walafiat.

Beberapa hari kemudian, pada malam hari tidak bisa tidur. Pikirannya tidak bisa tidur. Kalut dan merasa tidak punya harapan karena sakitnya terus menerus muncul. Dokter memberikannya obat agar bisa tidur lelap. tanpa obat tidur dia tidak bisa tidur. Seringkali terbangun sekujur tubuhnya terasa panas. Setiap bangun tidur badannya terasa lelah tapi ingin tidur kembali tidak bisa. Dalam kondisi seperti dirinya pengen berhenti kerja namun takut tidak mendapatkan pekerjaan baru. Suaminya juga bekerja. Hubungan rumah tangga mengalami pasang surut dengan berbagai permasalahan. Kondisi kecemasan yang dialaminya berpengaruh kepada hubungan rumah tangga. Terkadang pertengkaran tidak bisa terhindarkan karena tidak adanya sebuah alasan.

'Mas Agus, bagaimana cara saya untuk menghadapi cemasan?' tanyanya. Cara mudah untuk mengatasi kecemasan, depresi dan kepanikan, saya menganjurkan berdzikir dan berdoa secara sungguh-sungguh dengan mengucapkan 'Hasbunallah wanikmal wakil' Cukuplah Allah (sebagai penolong) kami dan Dia sebaik-baik pelindung (QS. ali Imran : 173). Menyadarkan dirinya agar bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kekuatan yang besar. Pemulihannya begitu cepat disertai dengan kesungguhan berharap hanya kepada Allah.

Seminggu kemudian perempuan muda itu kembali ke Rumah Amalia diantar oleh sang suami, wajahnya terlihat segar dan senyumnya yang cerah, mengatakan kepada saya bahwa dirinya sudah tidak lagi meminum obat penenang, tidur sudah nyenyak dan kecemasan yang dirasakan sudah menghilang, hubungan dengan atasannya di kantor tidak lagi membuatnya ketakutan. Rumah tangganya lebih harmonis. Dalam penuturannya, 'Alhamdulillah Mas Agus, sejak saya berdzikir dan berdoa itu obat yang paling ampuh menyembuhkan penyakit saya.' Kebahagiaan itu hadir menyelimuti dirinya, bersama suami penuh kebahagiaan. Subhanallah.

'Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baiknya pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka ditimpa suatu bencana dan mengikuti keridhaan Allah. Allah mempunyai karuna yang besar.' (QS. Ali Imran : 173 -174).

by: M. Agus Syafii